MENJADI ANJING MENGGONGGONG

Dilihat : 9061 Kali, Updated: 17 12 2014 08:05:23
 MENJADI ANJING MENGGONGGONG

sadar akan kemampuan saya sendiri, maka saya memilih untuk berperan sebagai anjing menggonggong yang setiap harinya menggonggong “air…air…air”

sepertinya hal ini sangat sepele banget (hanya  bicara minta air) tapi dalam kenyataannya tidak semua orang berani bicara. Buktinya sudah sekian lamanya mereka sadar kalau butuh air tapi diam saja.

Gak, gak, gak begitu. Sebenarnya mereka selalu minta air kepada siapa saja yang dipercaya bisa memberi air untuk sawahnya. Ya kepada pak RT, pak RW, pak Kadus, pak Kades bahkan ter masuk kepada para Caleg yang sedang kampanye disana.

Kepada pak Bupati? Waah saya tidak tau itu.

Trus, janjinya apa? Ya mereka pada janji, pokoknya tar kalau terpilih akan mikirin air.

Trus, realisasinya bagaimana? Gak da kan? Dan itulah yang lalu banyak orang menyebutnya sebagai “takhayul politik”.

Dikatakan sebagai takhayul politik karena kelihatannya ada tapi dalam kenyataannya tidak ada, kelihatannya sakti tapi dalam kenyataannya tidak sakti, kelihatannya bisa merubah keadaan tapi dalam kenyataannya tidak bisa  merubah keadaan (Purwojati 30 tahun yang lalu dengan yang sekarang sama saja). Oleh karena itulah saya kepingin menjadi “anjing menggonggong” semata-mata untuk menghilangkan takhayul politik itu.

Dengan lenyapnya takhayul politik di Purwojati inilah maka kami boleh berharap bahwa yang kelihatannya ada benar-benar ada, yang kelihatannya sakti benar-benar sakti dan yang kelihatannya bisa merubah keadaan benar-benar bisa merubah keadaan alias bukan hanya kelihatannya saja.

(bersambung)

 

Related Posts

Komentar