SELAMAT DATANG UU 6/14

Dilihat : 5792 Kali, Updated: 13 12 2014 08:53:36
SELAMAT DATANG UU 6/14

Artikel sisipan 

 

Gegap gempita kaum teladan dalam menyerukan kepentingan desa teruji akan.

Kini hari datangnya pelaksanaan UU 6/14 tinggal dalam hitungan hari.

Kemarin, atau tepatnya pada hari Jumat tanggal 12 Desember 2014 bertempat di aula kecamatan Purwojati berkumpul sudah para Kades, Sekdes dan Ketua BPD se kecamatan Purwojati hadir semua untuk mengadakan apa yang disebut sebagai Rakor penyusunan APBDes.

Hebatnya, acara yang dihadiri langsung oleh Kabag Pemerintahan Setda Kabupaten Banyumas tersebut dapat dimulai tepat waktu, kecuali sang tamu yang hadir terlambat sekitar 15 menit.

Ditengah guyuran derasnya hujan  yang datang sejak semalaman, para tamu peserta tampak serius dan dengan penuh ketekunan mengikuti acara demi acara, karena apapun materinya mereka rasa sangat mereka butuhkan untuk masa-masa yang akan datang.

Sebenarnya hal demikian bagi para kades dan BPD se kecamatan Purwojati bukanlah hal yang istimewa. Buat mereka, kumpul-kumpul di kecamatan untuk membahas sesuatu hal memang sudah menjadi tradisi baiknya. Namun karena yang kali ini materi bahasannya berkait langsung dengan nasibnya (APBDes) maka acara tersebut terasa istimewa.

Apa hasilnya?

Sebenarnya para peserta yang terdiri dari para Kades, Sekdes dan ketua BPD  tidaklah begitu heran bahwa apa yang dibayangkan akan mengelola dana sebesar 1,4 M/tahun itu belum saatnya terwujud.

Lantas berapa sebenarnya dana yang bisa mereka kelola?

Dari apa yang dijelaskan oleh kabag Tapen kemarin, dana-dana yang dapat dikelola oleh desa berasal dari ADD, bagi hasil pajak & retribusi daerah, dana provinsi, dana APBN dan tambahan penghasilan Perangkat Desa yang berasal dari sewa eks bengkoh, kisarannya hanya sekitar 484 juta s/d 726 juta pertahun.

Lalu apa tanggapan mereka?

Beragam.

Bagi Desa yang bengkoknya kecil senang, tapi bagi Desa yang sudah terbiasa mengelola bengkok besar ya harus menerima kenyataan bahwa hasilnya ternyata lebih besar dulu.

Kecewa?

Tidak. Karena ini bukan saatnya untuk kecewa atau tidak kecewa, akan tetapi terus berjuang dengan keadaan yang ada demi kemajuan desanya.

Satu hal  ingin saya sampaikan disini bahwa ketakutan akan banyaknya desa yang akan bermasalah kalau tiba-tiba mengelola dana banyak sepertinya kurang pas. Terbukti bahwa persiapan untuk menyambut datangnya UU 6/14 terjadi dimana-mana. Bahkan ada salah satu desa di Kabupaten Banyumas ini yang dalam RPJM kwantitatifnya mencapai 40 M. hebat memang.

Sebaiknya bagaimana?

Ajari mereka bermimpi bahwa dengan kerja keras diimbangi dengan kapasitas yang cukup, menjadikan desa setara kota yang megapolis bukan hal yang kias

 
 

Related Posts

Komentar